Mungkin kalian sudah bosan mendengarnya, tapi yah, aku belum mengerti kehidupan ini. Tapi aku mengaggumi banyak hal. Beberapa diantaranya:
Gradasi sinar matahari pagi hari, indah sekali.
Suara angin yang merdu
Benda-benda sekelilingmu yang selalu tersenyum jujur, menemanimu, menguatkanmu
Tawa maupun tangisan bayi
Sorot mata orang tua yang memandang anaknya
Sorot mata seseorang yang jatuh cinta dan tulus setia saat memandang kekasihnya itu
Ah, enak sekali kalau setiap hari aku bisa melihat itu semua. Tanpa menyaksikan amarah, kebencian, kebohongan, egois. Aku rindu sekali kedamaian.
Tapi, ini adalah kehidupan. Sampai titik ini, aku bangga dengan diriku sendiri. Aku ga menyangka bisa bertahan di dunia yang sudah gila ini! LOL
Kuncinya cuma satu. Temukan semangatmu. Semangatku masih ada disekitarku, selama mereka ada, aku akan tetap ada di dunia ini.
Be Peaceful,
Nurieen
Friday, September 21, 2012
Thursday, August 30, 2012
Budaya, Membentuk atau Menguburkan Jati Diri?
Pertanyaan yang saat ini belum bisa aku jawab.
Contohnya, dulu, aku adalah anak yang super sensitif. Aku bisa merasakan segala hal, ya, segalanya. Dalam segi positif, aku bisa merasakan semua di alam semesta ini hidup, aku bisa berempati sekalipun dengan kucing jalanan yang sedang kehujanan di luar, seakan-akan aku bisa bicara dengannya. Bahkan, aku tidak tau ini positif atau negatif, tapi aku bisa merasakan kecemburuan dan kesedihan bantalku yang tergeletak di bangku seberang tempat tidur, kepada bantalku yang lain yang sedang aku gunakan. Detik itu juga aku mengambilnya, memeluknya, meminta maaf. Dalam segi negatif, aku akan sangat teramat kesal dan marah, jika sesuatu tidak sesuai dengan sistem seharusnya. Misalnya, perjanjiannya adalah aku mandi duluan daripada kakakku, tetapi dia berubah pikiran dan memilih mandi duluan. Biasanya aku akan sangat menggila, saat2 inilah keluargaku menyebutku dengan sebutan "error". Tapi dengan sikap keluargaku yang menganggapku aneh, dan dengan ayahku yang sangat tidak suka dengan anak yang cengeng, tidak sesuai dengan budaya keluarga ini yang kuat, maka aku menggadaikannya pelan-pelan. Aku beradaptasi. Aku menggadaikannya sampai hampir habis, sampai terlalu cuek dan tidak berperasaan. Tapi toh itu adalah karakterku, dan karakter tidak bisa dibunuh. Serapih apapun aku menyembunyikannya, terkadang itu tetap keluar. Aku hanya bisa menguburnya.
Seperti halnya anak laki-laki yang pantang menangis walaupun mereka ingin sekali menangis, anak-anak Indonesia yang takut mengungkapkan pendapat karena selalu dianggap sok tau, anak-anak pemimpi yang meninggalkan mimpinya karena berbenturan dengan realitas dunia.
Sampai suatu titik, jiwa mereka berontak. Bagus kalau mereka sadar dan kembali ke jati diri mereka yang seharusnya. Tidak perlu berubah atau menguburnya, tapi hanya perlu mengontrolnya, tau menempatkan diri. Lain halnya dengan mereka yang menjadi sangat pahit, labil, tidak tenang sepanjang hidupnya. Mereka terjebak dalam pertempuran antara dirinya dan budaya sekitar. Bahkan sampai balas dendam atau bunuh diri, setidaknya ingin segera hidupnya berakhir.
Berapa banyak manusia yang sadar dan tau cara menyeimbangkan dan mengontrolnya?
Berapa banyak manusia yang menjadi pahit dan pendendam?
Apakah kebebasan itu sebenarnya memang tidak ada?
Haruskah budaya itu ada?
Haruskah setiap orang mengalami proses tersebut?
Mungkinkah, budaya tetap ada, tetapi orang sekitar mendukung dan mengajari bagaimana harus mengontrolnya, sehingga tidak perlu melalui proses panjang sampai mencapai titik itu?
Love,
nurieen
Contohnya, dulu, aku adalah anak yang super sensitif. Aku bisa merasakan segala hal, ya, segalanya. Dalam segi positif, aku bisa merasakan semua di alam semesta ini hidup, aku bisa berempati sekalipun dengan kucing jalanan yang sedang kehujanan di luar, seakan-akan aku bisa bicara dengannya. Bahkan, aku tidak tau ini positif atau negatif, tapi aku bisa merasakan kecemburuan dan kesedihan bantalku yang tergeletak di bangku seberang tempat tidur, kepada bantalku yang lain yang sedang aku gunakan. Detik itu juga aku mengambilnya, memeluknya, meminta maaf. Dalam segi negatif, aku akan sangat teramat kesal dan marah, jika sesuatu tidak sesuai dengan sistem seharusnya. Misalnya, perjanjiannya adalah aku mandi duluan daripada kakakku, tetapi dia berubah pikiran dan memilih mandi duluan. Biasanya aku akan sangat menggila, saat2 inilah keluargaku menyebutku dengan sebutan "error". Tapi dengan sikap keluargaku yang menganggapku aneh, dan dengan ayahku yang sangat tidak suka dengan anak yang cengeng, tidak sesuai dengan budaya keluarga ini yang kuat, maka aku menggadaikannya pelan-pelan. Aku beradaptasi. Aku menggadaikannya sampai hampir habis, sampai terlalu cuek dan tidak berperasaan. Tapi toh itu adalah karakterku, dan karakter tidak bisa dibunuh. Serapih apapun aku menyembunyikannya, terkadang itu tetap keluar. Aku hanya bisa menguburnya.
Seperti halnya anak laki-laki yang pantang menangis walaupun mereka ingin sekali menangis, anak-anak Indonesia yang takut mengungkapkan pendapat karena selalu dianggap sok tau, anak-anak pemimpi yang meninggalkan mimpinya karena berbenturan dengan realitas dunia.
Sampai suatu titik, jiwa mereka berontak. Bagus kalau mereka sadar dan kembali ke jati diri mereka yang seharusnya. Tidak perlu berubah atau menguburnya, tapi hanya perlu mengontrolnya, tau menempatkan diri. Lain halnya dengan mereka yang menjadi sangat pahit, labil, tidak tenang sepanjang hidupnya. Mereka terjebak dalam pertempuran antara dirinya dan budaya sekitar. Bahkan sampai balas dendam atau bunuh diri, setidaknya ingin segera hidupnya berakhir.
Berapa banyak manusia yang sadar dan tau cara menyeimbangkan dan mengontrolnya?
Berapa banyak manusia yang menjadi pahit dan pendendam?
Apakah kebebasan itu sebenarnya memang tidak ada?
Haruskah budaya itu ada?
Haruskah setiap orang mengalami proses tersebut?
Mungkinkah, budaya tetap ada, tetapi orang sekitar mendukung dan mengajari bagaimana harus mengontrolnya, sehingga tidak perlu melalui proses panjang sampai mencapai titik itu?
Love,
nurieen
Wednesday, July 18, 2012
- Home -
Someone told me, more or less "If you already have a home, but you are want to buy another home so bad, then go for it. You'll never want to buy another home if you comfort enough with your old home."
Everyone has their own home, whether you choose it by yourself or inheritance from your parents. When you decide to buy a home, you think it carefully, consider many options, until you finally sure it makes you comfortable, buy it and very happy for having it.
But time goes on. Everything is not what you expected. You started to change it to make you feel comfortable. You can repainted, change its windows, its doors, but you can't do anything with its shape and space. Then, you started to look another one. At first, you looking for a holiday. Spend some night in a perfect hotel or cottage, travel around the world, but, you realize that you miss your home and come back. Unfortunately, you back to your home with its problem. Now, you started to look another home, more big, more beautiful, more in everything. When you find one, you make every effort to buy it. You dream it every day. You work hard to gain some money and you come home late, you don't realize that your current home is actually begin leaking, brittle because termites and rusty.
Meanwhile, the home itself is very happy to do everything to make you feel comfortable, even when it must feels suffered enough in the process of mounting spikes to attach your favorite painting, or dismantling to replace a new window and door. It also feels so greatful when you fix its broken ceilling. But one thing that it can't give is just more space, and another location that maybe close enough with your current office.
When finally you can afford a new home, you leave your old one. Lucky, if it sold quickly and find a new occupant, but if it is not, it will wait patiently. Until, one day, someone will come, with a gratitude, strive to get his dream home, and finally buy it and live forever with it. Another possibility, that person never come, but it still waiting, until it is decay, collapse, and destroyed. And it still thankful for what it has already experienced. At least, it become a history, become a part of universe, become a part of the effort.
For me, it is almost impossible to move to a new home. Even there are many leaks, brittle and not so big, but if I still can fix it with all I have, all my effort, then it always still my only home, which always give me a comfort place to rest. I will always faithful with my home, until it is death, or dissapear.
Have a nice day, guys, have a really great one! ^_^
Love,
nurieen
Everyone has their own home, whether you choose it by yourself or inheritance from your parents. When you decide to buy a home, you think it carefully, consider many options, until you finally sure it makes you comfortable, buy it and very happy for having it.
But time goes on. Everything is not what you expected. You started to change it to make you feel comfortable. You can repainted, change its windows, its doors, but you can't do anything with its shape and space. Then, you started to look another one. At first, you looking for a holiday. Spend some night in a perfect hotel or cottage, travel around the world, but, you realize that you miss your home and come back. Unfortunately, you back to your home with its problem. Now, you started to look another home, more big, more beautiful, more in everything. When you find one, you make every effort to buy it. You dream it every day. You work hard to gain some money and you come home late, you don't realize that your current home is actually begin leaking, brittle because termites and rusty.
Meanwhile, the home itself is very happy to do everything to make you feel comfortable, even when it must feels suffered enough in the process of mounting spikes to attach your favorite painting, or dismantling to replace a new window and door. It also feels so greatful when you fix its broken ceilling. But one thing that it can't give is just more space, and another location that maybe close enough with your current office.
When finally you can afford a new home, you leave your old one. Lucky, if it sold quickly and find a new occupant, but if it is not, it will wait patiently. Until, one day, someone will come, with a gratitude, strive to get his dream home, and finally buy it and live forever with it. Another possibility, that person never come, but it still waiting, until it is decay, collapse, and destroyed. And it still thankful for what it has already experienced. At least, it become a history, become a part of universe, become a part of the effort.
For me, it is almost impossible to move to a new home. Even there are many leaks, brittle and not so big, but if I still can fix it with all I have, all my effort, then it always still my only home, which always give me a comfort place to rest. I will always faithful with my home, until it is death, or dissapear.
Have a nice day, guys, have a really great one! ^_^
Love,
nurieen
Subscribe to:
Posts (Atom)